Archive for November, 2005

aku ngobrol dengan temenku, katanya benar juga kata aa gym

tadi sambil kuliah aku ngobrol ma temen, habisnya kuliahnya ga begitu menarik, nyaris 3/4 kelas ga merhatiin, dan hanya seperempatnya yang ngeliat kedepan, dari seperempat yang ngeliat ke depan itu 3/4nya ga mikirin omongan dosen, dan seperempatnya saja yang melihat ke depan, dan nulis oret2 di bindernya.

Terus aku termasuk 3/4 dari yang paling pertama itu tadi, ngisi ke"kosong"an dengan ngobrol ma temen.

aku bilang kenapa sekarang ini orang jarang sekali punya hal kreatif yang bisa dia buat, kebanyakan orang itu cuma bisa mencela, dan menjelekkan orang lain, ngomong besar tentang perubahan tapi dianya sendiri ga ngerubah apapun, lalu kami terlibat dalam obrolan seru dan panjang, juga sengit, lalu sejenak mengangguk2an kepala dan membuat kesimpulan bersama…bahwa benar juga kata aa gym, mendingan ngomong itu dengan bukti, buktikan kalo emang kamu itu bisa, mulai dari diri sendiri katanya.

lima belas menit menjelang kuliah usai aku mengakhiri forum diskusi kami yang cuma berdua itu tadi, dan membatin dalam hati, aku juga harus bisa beruat yang nyata dan pasti-pasti seperti aa gym yang kami bicarakan tadi

lalu kuliah usai dan kelas dibubarkan, sembari turun dari tangga aku tersenyum sendiri, kenapa aku ini masuk 3/4 yang pertama tadi? padahal harusnya semua ini mulai dari diri sendiri!

lalu aku berjanji, pertemuan kuliah sekali lagi nanti, aku akan jadi golongan seperempat yang terakhir aku bilang tadi, paling tidak ngeliat kedepan dan oret2 di binder sendiri.

kan mulai dari diri sendiri dan mulai saat ini

belajar membaca

aku ingin belajar membaca diri sendiri

karena seringkali diri ini tampak terlalu indah dalam bayangan kepalaku sendiri, padahal ternyata aku saja yang belum bisa membaca.

ternyata ga mudah biar bisa membaca dengan benar, bahwa diri ini tidak sebaik yang dibayangkan, sangat sulit kuterima, makanya aku kadang2 pura2 tidak bisa membaca, biar nanti kalau ada yang bertanya tentang aku, aku jawab sekenanya saja, lha wong aku saja tidak bisa membacanya apalagi mereka

gimana kita hidup, kata Ibuku, kata Bapakku

Wualaaah
hidup kok neko-neko
maunya apa coba kamu ini
mbok hidup itu jangan ngoyo!
jadi manusia itu harus nrimo! harus legowo! syukuri apa yang udah diberi!

itu kata Ibuku, dulu, waktu aku masih kecil sekali.
Dulu…….
aku protes…..
ya ndak bisa gitu! masa hidup harus nrimo, lha kalo nrimo kan artinya kita pasif, kita nyerah! kita ga boleh nyerah, kita harus tetap tegak.

ternyata…….
butuh waktu berapa tahun buat paham, sampe-sampe sekarang baru ngerti kalo ternyata nrimo dan legowo itu letaknya tidak berseberangan dengan kemauan usaha.

Dulu juga
Bapakku pernah bilang
kamu itu, kalo jadi pemuda itu jangan mental krupuk
krupuk itu kalo awal2nya bunyinya nyaring, kriuk….kriuk….eh begitu kena air ludah dikit langsung cesss…..melempem.

Hahaha…aku jadi pengen ketawa kenceng-kenceng……
Pak…….
Bu……………
Dengan hormat….
kalian berdua memang sudah lebih dulu tahu tentang hitam putih dunia ini.
sedang aku,
cuma anak kemaren sore yang belajar mengeja dengan semangat membara

Aku mengangguk-anggukkan kepala
bukan… bukan…
aku tidak sedang merenung apalagi tafakur
cuma ada hal menggelitik yang terlintas di benakku
suatu hari nanti
entah kapan itu
aku juga akan bilang pada generasi-generasi baru itu
kalo hidup itu harus optimis…..
karena optimis itu jalan tengah
antara realisme yang pragmatis
dan idealisme yang muluk
Bukan begitu Pak…..Bu…..

Wah……
lama2 aku merasa sudah tua

bertanya aku, berkata bulan

bertanya aku, berkata bulan

aku bertanya pada bulan
"Bulan, mengapa cahayamu kau pancarkan separuh saja?"
bulan menjawab
"Tidak, kau yang tak bisa melihat semuanya"

hidup harus semangat, semangatmu harus hidup

hidup ini harus semangat, aku teriakkan kata2 itu buat diriku sendiri!
karena hari2 ini masih kulalui dengan mengeja terbata2 alif….ba….ta……
aku ini siapa?
alif…ba…ta….
aku ini mau apa?
alif….ba…..ta…..
hidup ini harus semangat, aku teriakkan kata2 itu buat diriku sendiri
habisnya……hari2 ini masih juga kujalani dengan mengeja terbata2
alif….ba….ta……..
kapan ku selesaikan ini semua?

suatu ketika aku melihat adikku membuat puisi

suatu ketika aku melihat adikku membuat puisi

hari itu, saat aku pulang ke kampung halamanku, aku melihat adikku yang paling kecil di antara kami berempat sedang membuat puisi

aku bertanya "puisi apa yang kau buat dik?"

adikku berkata "ini puisi tentang bunga"

bunga ada dimana-mana katanya, bunga itu harum, semua orang suka padanya, katanya pula sampai-sampai hewanpun suka pada bunga