coba saja! pilihanmu jadi dua
menarik, kalau ingat pelajaran agama kelas 3 sma dulu
TAKDIR
apa manusia punya kuasa, atau tidak? atau dimana titiknya kita harus berhenti atau menghentikan langkah karena kita yakin takdir sudah memberi tanda silang di hamparan jalan kita?
filosofis betul agaknya?
tapi lucunya, ini yang sering terjadi dan kita alami, sadar atau ga sadar.
misalnya mengulang kalkulus yang dapet C, eh…dapet C lagi, itu takdir atau apa?
okelah…ada yang bodo amat, terus ngulang lagi.
Ada yang bilang udah dari sononya gw kalkulusnya cuma bisa C udahlah!
kapan kita harus bilang kita masih bisa, kapan kita harus bilang ini diluar kemapuan kita?
agaknya harus secara sadar dan jujur betul ke hati kita sendiri, misalnya bahwa kita ini bisanya ini, ga bisanya itu.
tapi guru agama saya dulu ngajarin buat jadi orang yang simpel saja.
"COBA SAJA!" katanya, "nanti pilihanmu jadi dua"
sesimpel itu juga, akhirnya saya putuskan ikut juga tes SCHLUMBERGER beberapa minggu lalu.
first stage……….lolos
second stage……….lolos
first interview………lolos
second interview…………loading……….
coba aja! dengan mencoba kita membuat pilihan hidup kita jadi dua, bisa lolos bisa tidak, bisa bagus bisa tidak.
sesimpel itu juga saya memaknai tes SCHLUMBERGER ini.
pilihan saya sekarang jadi dua
bisa lolos, bisa tidak.
yang tidak pernah mencoba?
gimana mau lolos?
nb: doain saya yah, lolos SCHLUMBERGER, kerja di luar negri…amin
Comments(3)