kebijakan yang tercecer

KEBIJAKAN YANG TERCECER

Old_manbestsmall

selalu menarik,
mendengar orang tua-orang tua kita dulu menyampaikan pesan lewat idiom2 indah yang tidak selamanya bisa kita pahami.

"jangan makan di depan pintu rumah" katanya, "nanti susah dapet jodoh"

ada yang bilang itu tahayul, ada yang bilang apa

tapi sebenarnya, logis saja, laki2 macam apa yang mau menikah dengan perempuan yang makan di depan pintu rumah??

"jangan jahit baju malam2"

wajar saja, dulu itu ga ada listrik, bahaya juga kalau main jarum malem2.

itu yang standar…….

ada lagi kesalahan akut pemahaman kita yang mengkristal jadi khurafat dan tahayul dari generasi ke generasi

"sunan bonang kemana-mana selalu membawa tongkat"
kata ayah saya, itu perlambang bahwa sunan bonang kemana-mana selalu membawa pegangan hidup.

"gatot kaca memiliki pusaka berlambang bintang di dadanya, yang biasa disebut jamus kalimasada"
itu metafora segar perlambang ksatria menghayati dua kalimat syahadat.

anak2 sekarang ada yang begitu lugunya mengamini semua kesalahan pemahaman itu, ada pula yang begitu heroik meluluhlantakkan semua perlambang2 bijak nasihat orang tua2 dulu.

saya menyebut semua ini dengan kebijakan yang tercecer
kita ternyata masih belum mampu memahami apa yang mereka sampaikan bahkan dari waktu kita belum lahir dulu

nb:
sewaktu saya jalan2 ke sebuah daerah di bengkulu (batu layang), ada aturan aneh penduduk desa di sana, "kalau hari sudah sore dilarang membeli minyak tanah, kalau kita membelipun tidak akan ada yang melayani, kecuali jika kita tahu kata sandi untuk membeli minyak tanah sore hari. Apa itu…….
beli air tanah!!"

ada yang tahu apa makna ini semua???



3 Comments so far

  1.    RisMaLia on January 16th, 2007

    air tanah?hmm…apa ya??
    mungkin kalo malem…gak baek maen minyak…ntar kalo ada api langsung kebakar dee…kalo air kan enggak…hehe.gak logis!
    kalo kakak bilang itu kebijakan yang tercecer…maka…risma menyeru..ayo!pungut kebijakan itu!jangan dibiarkan begitu saja,mubazir!!

  2.    rio on January 22nd, 2007

    di zaman dulu itu, belum ada listrik.
    jadi logisnya tiap orang yang tinggal di situ sudah punya persiapan minyak untuk penerangan atau keperluan yang laen, kalaupun minyaknya habis, pasti segera diantisipasi.

    kalau ada orang yang hari sudah malem tapi belum siap minyak, trus mo beli minyak gimana???

    pertama……..mungkin dia bukan orang sana,

    kedua…..mungkin dia orang jahat yang beli minyak buat tujuan lain-lain!!!

    loh…tapi kan bisa aja penduduk asli sana emang kehabisan minyak, trus mo beli minyak untuk keperluan sehari-hari (dan belinya malem)

    memang bisa, thats why….
    orang tua-tua dulu dengan apik mengemasnya dalam sebuah kata sandi,
    kalau memang dia penduduk asli desa sana dan dipercaya, dia pasti tau kata sandinya…

    yup…
    BELI AIR TANAH

  3.    RisMaLia on January 22nd, 2007

    yup…yupz..yupzz..

Leave a Reply