Archive for April, 2007

untuk tiap-tiap yang bertahan hingga akhir

Climber_1

assalamualaikum

salam
para penghuni syurga untuk seorang sahabat yang sedang berjuang untuk
menyelesaikan sepenggal kisah perjuangan hidup di penghujung masa
kuliah ini. untuk keluarga, untuk bakti seorang anak, untuk hormat
seorang adik, untuk kebijakan seorang kakak, untuk cinta seorang
pemimpi, dan untuk tiap2 apa saja yang kau lakoni dengan penuh
kesungguhan dan cita, semoga dilancarkan dan dimudahkan.

saat ini, mungkin kita sudah menempuh jalur hidup yang dihamparkan untuk kita masing2, kawan.
apa kabar harimu??
semoga segala aral melintang pukang dapat dilalui dengan tersenyum,
karena kita sadar betul, bahwa semua itu suatu nanti jadi kenangan
terindah dalam hidup kita, yang bisa kita ceritakan dengan heroik dan
meniru gaya para orang tua kita dulu waktu menceritakan kisah2
kepahlawanan mereka.

betapapun,
akhirnya kita sampai juga pada suatu masa dimana kita harus melewati lagi semua fase itu.
semua fase kesendirian, semua fase keletihan, semua fase yang membuat kita merasa jadi seorang
terasing di belantara hidup ini.

tapi betapapun juga,
kita- yakin sekali saya-
akan jadi orang yang bertahan hingga titik akhir fase cerita itu, nanti
kita akan jadi orang bijak yang mengajarkan pada anak2 muda di seberang
sana tentang bagaimana caranya menghadapi hidup, tentang bagaimana caranya
bertahan, tentang bahwa semua badai pasti berlalu, tentang bahwa semua
gelap akan jadi terang, tentang bahwa kita adalah saksi sekaligus
pelaku sejarah lakon kekuatan tekad manusia yang meluluh lantakkan
karang keras kehidupan.

apa kabarmu di sana, kawan???
semoga
semua kesendirian dapat dilewati dengan santai dan tanpa beban, karena
kita yakin betul, bahwa kita, suatu ketika akan bercerita dengan ringan,
kepada siapapun dia yang menjadi teman hidup kita nanti, bahwa jauh
sebelum kehadiran dia, kita sudah merasakan pertanda yang muncul lewat
angin yang berdesir,  yang muncul lewat rintik hujan, lewat desah
mentari sore yang menjadi tua, lewat malam-malam hening kita yang kita
lalui sendiri, kita sudah merasakan pertanda bahwa ada seorang yang
juga menanti di ujung belahan dunia sana.

maka itu kita terlalu malu untuk sekadar menjadi orang yang terlalu panik, dan mengejar apa yang orang biasa sebut
dengan cinta, karena kita ingin kita menjadi layak
-meskipun sedikit- untuk pendamping semulia mereka.

apa kabarmu di sana kawan???
semoga
semua ketidakpastian akan masa depan dapat dijadikan semangat
menggelegar karena yakin bahwa hidup ini akan menjadi lebih luar biasa
dengan kejutan kejutan.

dalam
tataran apapun, dan dalam status apapun yang akan diberikan kepada kita
nantinya, kita hanya punya satu cita2, bahwa semua akan berbahagia
untuk telah melahirkan anak seperti kita, untuk memiliki adik seperti
kita, untuk memiliki kakak seperti kita, untuk memiliki seorang sahabat
seperti kita.

apa kabarmu di sana kawan???
semoga selalu baik,
karena
sampai detik waktu terakhir nanti, kita akan terus mengukir epik,
menjadikan dunia ini untuk tidak menyesal  karena catatan harinya
terukir dengan cerita bahwa terdapat pejuang kehidupan yang mengisi
lembar sejarahnya,

pejuang yang
bernama KITA.

waktu kita terus mengalir detik demi detik,
mungkin
pada akhirnya nanti, dunia ini tidak pernah kenal siapa kita, tetapi
paling tidak kita telah memenuhi janji pada diri sendiri untuk berbuat
yang terbaik yang kita bisa, untuk ayah dan bunda, kakak dan adik kita,
untuk teman2 terbaik kita, untuk pasangan jiwa nun di sana, dan pada
akhirnya…………untuk dunia

apa kabarmu di sana kawan????

kupersembahkan untuk sahabat-sahabat terbaik yang berjuang hingga akhir, terima kasih, kalianlah inspirasi inspirasi itu

sang rajawali

Baldeagleflight

hari apa tepatnya itu aku sudah lupa,
siang terik itu kami baru saja usai mengikuti ujian thifan tsufuk di masjid al fitrah pindad bandung.
berkumpul di dalam masjid yang sejuk dengan latar pemandangan luar pohon beringin rindang yang daunnya gugur satu2, benar2 membuat nuansa siang itu seakan di padepokan shaolin.

tepat di tengah2 kami guru besar thifan tsufuk duduk dikelilingi para murid yang setia menanti tiap kata bijak yang akan dilontarkannya. setiap kata dari seorang bijak nan alim rasanya sayang untuk dilewatkan.

siang itu beliau bertutur kepada kami, tentang kisah seekor anak rajawali.

suatu kala, di sebuah desa yang sejuk dan jauh dari hiruk pikuk kota, terdapatlah seorang petani. selain bertani, petani tersebut juga sering kali ke hutan untuk mencari buruan.

hari itu, petani itu tidak menemukan buruan apapun kecuali sebuah sarang burung dengan sebutir telur di dalamnya, ternyata telur itu adalah telur burung rajawali.

dengan gembira petani itu membawa telur tersebut dan meletakkannya di induk ayam yang sedang mengeram.

singkat cerita, semua telur yang dieramkan menetas, anak ayam muncul satu satu, begitu juga dengan anak rajawali.

hari demi hari dilalui sang rajawali dengan perilaku ayam, karena dia mengira dirinya ayam.
anak rajawali itu mengais-ngais tanah, memakan cacing, bermain di selokan, dan segala perilaku layaknya seekor ayam.

hingga suatu ketika rajawali dan anak2 ayam itu dikejar musang, mereka lari terbirit-birit, dan bersembunyi, di tengah-tengah kepanikan dan ketakutan luar biasa itu, sang anak rajawali menengadah ke langit, dan terlihat olehnya seekor rajawali dewasa terbang gagah membelah awan.

terlintas dalam benaknya, aku ingin bisa terbang seperti rajawali itu, begitu gagah dan perkasa agaknya.

tiba2 sang anak ayam yang lain berceloteh
"hey, apa yang kau hayalkan?? kita ini tidak bisa terbang, dan tidak akan bisa terbang, selamanya ayam tidak bisa terbang, dan selamanya pula ayam tidak akan menjadi rajawali"

semangat sang anak rajawali pun surut dan cita2nya mundur teratur.

SEANDAINYA SAJA SAYA……

sering sekali saya berpikir betapa enaknya menjadi ini dan itu, betapa enaknya kehidupan seperti si anu dan si anu. sampai lupa saya, bahwa saya yang seperti sekarang ini adalah anugrah terbaik yang pernah diberikan.
persis seperti cerita klasik di bawah ini.

SEANDAINYA SAJA SAYA……

 

suatu ketika, di sebuah desa di tepi pantai, hiduplah seorang tukang
batu. pekerjaannya adalah memecah karang di tepi pantai dan menjualnya
ke orang2 yang membutuhkan batu2 sebagai bahan bangunan.

ia sering memperhatikan, setiap hari di tepi desa itu lewatlah seorang tukang tahu yang menjajakan tahunya keliling desa.
tukang batu tadi berpikir, alangkah enaknya jadi tukang tahu?? tiap hari bisa berjalan-jalan kelliling desa dan bertemu dengan orang baru. tidak seperti saya yang tiap hari hanya melihat batu.

singkat cerita, tukang batu tadi beralih profesi jadi tukang tahu
hari2 pertama dilewati dengan ceria dan mulai menjajakan tahu keliling desa.
lama kelamaan ia merasa letih dan bosan jadi tukang tahu yang tiap hari harus kepanasan menjajakan tahu di bawah terik mentari.
terbersit dalam hatinya "Tuhan, alangkah enaknya kalau aku jadi mentari"

ajaib keesokan harinya saat ia terbangun dari tidur, alangkah terkejutnya ia waktu mendapati dirinya telah menjadi matahari.
betapa gembiranya dia saat bisa menabur panas ke semua sudut bumi, menjadikan gersang setiap yang hijau dan menjadikan kering semua yang basah. tapi ada satu yang tak berkutik dengan terik yang dia berikan. ialah awan, awan menjadi penaung sudut bumi yang beruntung terhindar dari sengat terik yang ia berikan.

ah…..andai saja aku ini awan, ujarnya

lagi. ajaib. esok harinya ia diberikan kesempatan untuk menjadi awan.
inilah yang paling memuaskan hatinya.
menghalangi terik sang perkasa mentari, apa yang lebih menyenangkan dari ini???
seantero jagat di hujani dengan air bah tanda kekuasaannya, senang juga dia melihat semua kucar-kacir karna dirinya. semua. ya semua, kecuali karang tegar di tepi pantai itu.

laut menjadi ombak ganas, dan angin menjelma badai karna dirinya tetapi karang itu tetap tak tergoyahkan.

akhirnya ia menyerah
awan tidak lebih perkasa daripada karang, ujarnya

sekali lagi keinginannya terkabul. ia menjadi karang. keesokan harinya dia menjalani kehidupannya dengan ketenangan tak tergoyahkan, karang itu tak goyah diterpa ombak dan badai, tidak juga lapuk dimakan mentari.
kekuatan luar biasa yang tak tergoyahkan menjadikannya jumawa dan berbangga hati.

ketenangan itu terus berlanjut hari demi hari. kuat, kokoh, tegar.

hingga suatu ketika datang kepadanya seorang tukang batu. memecah karang itu berkeping-keping dan mengangkutnya entah kemana.

inspiring

Desert

there’s a story about an engineer named "pangulu"
it’s inspiring, encouraging me a lot.

pangulu said "staying in remote area as in jungle or in the middle of the sea, far from your family, no place for refreshment, is not an easy way to earn bread and butter"

yet pangulu is still happy, instead of regreting the way he works, he is always smiles, and every day he wakes from sleep he says "God, thanks for giving me life as it is, joys along with sorrow".

not even once he let himself sad
and he said
"always see bright side of everything! because life is only what we make it"





picture taken from :
http://www.ldraw.org/gallery/album71/desert.jpg

syahdan pada suatu negri

River






syahdan pada suatu negri
terdapatlah sebuah jembatan yang terbentang melintasi sebuah sungai yang memotong dua desa.
suatu malam terjadilah hujan lebat yang merobohkan jembatan tersebut.

keesokan harinya para penduduk berkumpul di tepi sungai,mereka tidak dapat menyeberang, jembatan itu satu2nya penghubung dua desa tersebut.

tiba2, seorang diantara kerumunan tersebut berkata "salah…salah sekali, ternyata kemiringan jembatan ini tidak proporsional, harusnya cos 45 derajat dikalikan dengan panjang jembatan, pantas saja tidak sanggup menahan bobot sendiri" aha…tampaknya ada ahli matematika di sana

"ah…saya menduga ini pasti pengaruh daya dukung tanah yang tidak dipertimbangkan dengan baik" ujar ahli geo teknik

"saya pikir bukan begitu" salah seorang yang lain menyahut, "komposisi beton jembatan ini yang tidak proporsional, fondasi ini harusnya dibuat 3 kali lebar jembatan dengan proporsi beton 3 berbanding satu" tambah ahli sipil konstruksi itu.

"tepat….tepat sekali" orang yang lain menyahut "sudah saya duga, rapuhnya jembatan ini karena komposisi bahan yang tidak standar, pastilah uang pembangunan dikorupsi penguasa negri! ah…andai saja dibuat sistem pengawasan keuangan yang baik" ujar ekonom itu

seorang tukang kayu hanya tertegun melihat analisa orang-orang itu.
bahasa2 langit orang itu terlalu susah untuk coba dia pahami.
tanpa banyak bicara ia mengambil kapak dari dalam tas nya, mencari pohon besar di pinggiran sungai itu, menebangnya, dan melintangkannya persis di atas sungai.

para penduduk bisa menyebrang kembali

bergeraklah

bergeraklah

Move_on_logo

seorang teman mengingatkan saya akan pepatah orang afrika
“tidak peduli kamu adalah kijang atau harimau, kamu harus bergerak cepat! kijang berlari agar tidak dimakan harimau, harimau berlari agar mendapatkan kijang”

dalam hidup ini kadang kita jadi kijang, kadang kita jadi harimau, tapi kita harus bergerak, karena bergerak itulah yang jadi tanda bahwa kita ini masih hidup, tapi jangan sekedar bergerak katanya, gerak kita itu harus cepat dan terarah

kalau bergerak, itu masalah kita hidup dan tidak hidup.
kalau cepat, itu masalah kita profesional atau tidak.
kalau terarah, itu masalah kita ini benar atau tidak benar.