sang rajawali
hari apa tepatnya itu aku sudah lupa,
siang terik itu kami baru saja usai mengikuti ujian thifan tsufuk di masjid al fitrah pindad bandung.
berkumpul di dalam masjid yang sejuk dengan latar pemandangan luar pohon beringin rindang yang daunnya gugur satu2, benar2 membuat nuansa siang itu seakan di padepokan shaolin.
tepat di tengah2 kami guru besar thifan tsufuk duduk dikelilingi para murid yang setia menanti tiap kata bijak yang akan dilontarkannya. setiap kata dari seorang bijak nan alim rasanya sayang untuk dilewatkan.
siang itu beliau bertutur kepada kami, tentang kisah seekor anak rajawali.
suatu kala, di sebuah desa yang sejuk dan jauh dari hiruk pikuk kota, terdapatlah seorang petani. selain bertani, petani tersebut juga sering kali ke hutan untuk mencari buruan.
hari itu, petani itu tidak menemukan buruan apapun kecuali sebuah sarang burung dengan sebutir telur di dalamnya, ternyata telur itu adalah telur burung rajawali.
dengan gembira petani itu membawa telur tersebut dan meletakkannya di induk ayam yang sedang mengeram.
singkat cerita, semua telur yang dieramkan menetas, anak ayam muncul satu satu, begitu juga dengan anak rajawali.
hari demi hari dilalui sang rajawali dengan perilaku ayam, karena dia mengira dirinya ayam.
anak rajawali itu mengais-ngais tanah, memakan cacing, bermain di selokan, dan segala perilaku layaknya seekor ayam.
hingga suatu ketika rajawali dan anak2 ayam itu dikejar musang, mereka lari terbirit-birit, dan bersembunyi, di tengah-tengah kepanikan dan ketakutan luar biasa itu, sang anak rajawali menengadah ke langit, dan terlihat olehnya seekor rajawali dewasa terbang gagah membelah awan.
terlintas dalam benaknya, aku ingin bisa terbang seperti rajawali itu, begitu gagah dan perkasa agaknya.
tiba2 sang anak ayam yang lain berceloteh
"hey, apa yang kau hayalkan?? kita ini tidak bisa terbang, dan tidak akan bisa terbang, selamanya ayam tidak bisa terbang, dan selamanya pula ayam tidak akan menjadi rajawali"
semangat sang anak rajawali pun surut dan cita2nya mundur teratur.

hmm…seperti cerita seekor anak singa yang dari kecil ada di komunitas domba, ia ikut mengembek, ia juga ikut makan rumput sampai suatu ketika ia menyadari potensinya sebagai seekor singa saat bercermin di sungai…kalo tentang rajawali apa akhirnya?apa ia tetap seperti ayam…yang jelas…menyadari potensi diri kan intinya…ya..itu dia…
mau nanya ni kak, thifan tsufuk tu apaan sie kak?
wahhhhhhh,
hebaattttt!!!
kamu emang hebat!! akhirnya tidak sia-sia kalimat yang sering kau kutip dari aku, ternyata bisa menghasilkan karya yang maha dasyat, yang bisa disejajarkan dengan Shespeare.emmm…… terlalu hebat,!!! seperti tetangga saya yang juara baca puisi tingkat SD se kota bengkulu. itu baru PAS
Jadi penyair tidak harus selalu skeptis (though I am now a scptical person, to the worst degree, I guest). Yang terjadi pada anak Rajawali akan berlaku di kehidupan nyata jika dan hanya jika si Rajawali bersosialisasi di lingkungan negatif atau kurang terbuka. Teman-teman sesama anak ayam (sacara de-jure) akan melihat potensi Rajawali pada anak Rajawali. Dialog yang akan terjadi adalah:
“Kalo gua pikir-pikir lu mirip Rajawali lho. Paruh melengkung, badan tegap, sayap mengembang, cakar tajam dan kokoh”
Walaupun di lingkungan positif terkontaminasi pikiran iseng dialognya akan bertambah “Kita dorong lu ke jurang, ya. Biar ketahuan, lu bisa terbang beneran atawa kaga”. But still, through hard or easy way, lingkungannya akan membuka mata si Rajawali terhadap potentsi besar yang (secara de-fakto) ia miliki.
Sama satu lagi bro, ente kurang menjelaskan hubungan musang yang sedang mengejar dengan elang yang tiba-tiba muncul di langit.
Dear Mr. Wardin
could you contact me at klik_eindye@yahoo.co.id
maafkan karena keterbatasan ilmu,sudilah kiranya Anda menjelaskan bahasa anda yang membutuhkan pemahaman tingkat tinggi ke saya.
titip link….
http://thifan.amikom.info
Saya minta izin memasukan cerita/pengalaman akang ttg thifan ini di situs kami kategori Cuap-cuap atau pengalaman. Syukron.
sebuah tulisan dari seorang anax kmpung…………..
sebuah krangan yg slma ne mnemani perjuangan,
perjuangan seorang anx dri tmpat nun jwh
mengjar mmpi………………….
mengejar hrapan……………….
mngejar ap yg dia anggp shrs na mnjadi mliknya
q bngga menjadi seorang adik, dari anax kmpng yg mnulis laman web ne…….
ini lah qmi…. anak kmpng yg brsha mngjar apa yg shrs na mnjadi mlik qm