Archive for June, 2007

aku hanya ingin duduk di dekat perapianmu, ibu

Senja_5

aku butuh waktu sejenak, untuk menimang-nimang pagi, membuka kelopak mataku satu-satu dan menguatkan diri bahwa aku tidak sedang duduk di dekat perapianmu.

aku butuh waktu sejenak, untuk menimang-nimang siang, memaksa kaki ini untuk melangkah satu-satu, menapakkan kakiku pada jejak yang kau buat dalam-dalam, mungkin ini yang kau sebut-sebut dengan perjuangan.

aku butuh waktu sejenak, untuk menimang-nimang senja, belajar duduk dengan hening memandang siluet di ufuk sana, menghapus air mata ini satu-satu, ini yang kau sebut dengan kebijakan kan ibu?!!

pada akhirnya nanti, biarkan aku meghampiri malam dengan lamban.

aku hanya ingin kembali duduk di dekat perapianmu.

siluet senja sore itu merah tembaga

Ditepisungaimahakam_1

Rabbi, betapa aku tak pandai berkata-kata

Buat_blog

Rabbi, bagaimana aku meminta maaf padaMu?? sedang aku tak pandai berkata-kata.
jadi kunikmati saja diam ini, sambil membatin sendiri, bahwa Kau pasti sangat tahu, aku ini sedang resah apa, aku ini sedang bingung apa.

Rabbi, bagaimana aku bercerita pada-Mu?? sedang aku tak pandai berkata-kata.
jadi aku diam saja, sambil berharap cemas pasti Kau sangat tahu bahwa aku ini sedang khilaf apa, aku ini banyak salah apa.

Rabbi, bagaimana bisa aku meminta pada-Mu?? 
sedang maaf-Mu aku belum tahu, sedang aku hanya bisa malu.

Rabbi, betapa aku tak pandai berkata-kata.

senandung biji pohon di tengah hutan pada suatu hari

Saat
ini, aku merasa seperti sebuah biji yang bernyanyi sendiri di tengah
hutan.

Apa yang lebih penting bagi biji selain tumbuh dan menjadi
berarti?

Ada yang lepas dari kesendirian hutanku, meloncat, dan berlari ingin
berteriak

"jangan pernah rendahkan aku meski biji tak setinggi
belantara!!!"

suatu hari aku bernyanyi,
senandungku,
nanti, suatu saat aku akan tumbuh besar dan menjadi


Remarkable_forestpreview_1