aku hanya ingin duduk di dekat perapianmu, ibu
aku butuh waktu sejenak, untuk menimang-nimang pagi, membuka kelopak mataku satu-satu dan menguatkan diri bahwa aku tidak sedang duduk di dekat perapianmu.
aku butuh waktu sejenak, untuk menimang-nimang siang, memaksa kaki ini untuk melangkah satu-satu, menapakkan kakiku pada jejak yang kau buat dalam-dalam, mungkin ini yang kau sebut-sebut dengan perjuangan.
aku butuh waktu sejenak, untuk menimang-nimang senja, belajar duduk dengan hening memandang siluet di ufuk sana, menghapus air mata ini satu-satu, ini yang kau sebut dengan kebijakan kan ibu?!!
pada akhirnya nanti, biarkan aku meghampiri malam dengan lamban.
aku hanya ingin kembali duduk di dekat perapianmu.
Comments(2)