jika suatu nanti…..

Rays_of_hope

jika suatu nanti aku bertemu dengan pasangan hidupku. izinkan aku untuk berdoa, Tuhan, agar nanti…….

pertemuan pertamaku itu adalah pertemuan di sebuah toko buku kecil di  sudut kota, dengan seorang manis yang memegang buku tebal bertuliskan "sepuluh ribu satu cara berbakti kepada kedua orangtua"

pertemuan pertamaku itu adalah pertemuan di sebuah gang kecil kumuh, dengan seorang manis yang mengeluarkan uang makan siangnya hari itu dari dompetnya untuk diserahkan buat pengemis tua nan kelaparan di pojok selokan sana.

pertemuan pertamaku itu adalah pertemuan dengan seorang manis, yang menangis di barisan shaf belakang musholla kecil, mendoakan ibunya dengan sepenuh hati, "biarlah duka derita mereka aku yang menanggung" begitu bisiknya.

pertemuan pertamaku itu adalah pertemuan dengan seorang manis yang memainkan sebuah biola kecil dalam konser orkestra yang luar biasa megah dengan spanduk raksasa terpampang "konser untuk amal".

pertemuan pertamaku itu adalah pertemuan dengan seorang manis yang menolong seorang buta menyeberang jalan.

pertemuan pertamaku itu adalah pertemuan dengan seorang manis yang mengaji dengan indah di sebuah surau kecil di suatu siang yang tenang.

suatu nanti itu, aku akan mendekatinya dan perlahan berkata, terimakasih untuk telah menjadi mimpi.



8 Comments so far

  1.    RisMaLia on July 29th, 2007

    alhamdulillah setelah sekian lama tidak bisa memberi comments(karna fs eroor mulu’!),sekarang fs berbaik hati membuka kolom commentas ini.
    hmmm…rays of hope from Brother Rio. well, just pray that its come true.
    kalo di kimia seperti prinsip “like disolve like”
    pecaya janji Allah saja kak.
    ^_^
    tetap semangat!

  2.    Dhila on July 30th, 2007

    seandainya aja itu bukan bait-bait doa, maka aku akan bilang… indah!

    tapi itu doa..
    maka pasti lebih dari sekedar indah

  3.    Wildanto Putera on July 31st, 2007

    tapi bung, kenapa pada saat seorang yang indah datang dalam hidupmu, dia membawa kesederhanaan, kelembutan, kasih dan sayang, engkau malah tak berani bergerak. ingatkah engkau akan wanita berkerudung nan cantik idaman semua orang? dia yang menundukkan keningnya diatas telapak tangan seorang wanita tua yang mencabut rumput di tepi jalan, membantunya, dan kemudian pergi meninggalkan bunga di hati wanita tersebut. adakah yang lebih indah dari itu bung?

  4.    rio on July 31st, 2007

    definitely not.
    thats not my stories bung, itu kan cerita seorang sahabat…..bukan ceritaku, ah….kau bisa saja bung wildan.

    ceritaku ya yang kutulis di blog ini saja, ceritaku hanya berputar sebatas doa, atau jika nanti suatu ketika doaku jadi nyata, kau pasti orang pertama yang bakal tahu beritanya ^_^

  5.    hendri on August 1st, 2007

    BENNY bukan RIO yang idak bisa buek bait-bait syair yang begitu dalam artinyo..

  6.    Riki on August 1st, 2007

    wah, bung lu memang pujangga sejati..
    aq gak bisa bermain dan merangkai kata2 indah seperti itu..
    jd i’m sory if my my all comment is so “GARING”…
    jodoh,rezeki dan hidup ada di tangan-Nya.percaya aja bung.
    wanita yg seperti lu impikan itu jarang sekali ada bung. hanya terdapat 1:5000000.
    yg pasti no bodies perfect in this world.

  7.    Nusiee on August 3rd, 2007

    riki…riki…
    kejarlah marlina sampai titik darah penghabisan…
    bung rio, mana nih p0ostingan yang baru…

  8.    sigit on August 18th, 2007

    Wah..wah..wah, gw dag-dig-dug banget waktu baca komen-nya mas wildan…kirain…he..he..he! Yow…elo emang paling bisa meluluhkan setiap orang dengan kata-kata yang lo buat! kayanya dari hati banget neh…Gile lah..ini kayaknya jadi salah satu tulisan favorit gw sepanjang masa yo!

Leave a Reply