biar suatu nanti, akan ada yang memetik buahnya

sejenak lamunanku begitu syahdu,
siang panas ini menjelma jadi sejuk yang biasa kurasa empat belas tahun silam.
waktu kakekku pelan berkata "cucuku, ayo kita menanam kelapa"
sebiji kelapa dengan tunasnya, siang itu, kugenggam erat,
empat belas tahun kedepan nanti, dia jadi saksi kebijakan yang kusimpan dalam2, dari seorang tua di depanku yang berkata
"di mana kamu mau tanam kelapanya?"
sebiji kelapa dengan tunasnya, siang itu, kugenggam erat,
hari itu dia tahu, bahwa aku memang masih terlalu lugu
"kenapa kita menanam kelapa??" tanyaku, "bukankah kelapa besarnya lama?"
seorang kakek menggenggam tanganku erat, empat belas tahun silam di sebuah kebun yang sejuk pada suatu siang yang tenang.
"ayo kita menanam kelapa!!" ujarnya
"biar suatu nanti, akan ada yang memetik buahnya"
Comments(1)