ini sekedar doa

andaikan saja, air mata ini bisa menjelma butir2 kristal, pastilah ia akan kutimbang satu2, sekedar untuk kusampaikan kepada kalian, agar kalian bisa mengerti betapa kalian menurutku begitu berarti.
kawan,
baru kali ini aku merasa begitu banyak orang yang terjaga dan ingat kepada seseorang yang bernama aku.
Bagaimana tidak terharu aku, untuk tahu begitu banyak orang yang meluangkan sejenak dari waktunya yang begitu berharga untuk sekedar mengucapkan selamat, atau bertanya kabar kepadaku.
Bagaimana juga aku tidak tersipu, untuk tahu bahwa kalian menghargai buah pikiranku, ikut membaca puisi dengan intonasi sepertiku, kalian tertawa waktu aku tertawa, kalian menangis waktu aku menangis.
Apakah masih boleh aku membungkukkan badan? salam hormatku kepada kalian, yang dengan setiap surut yang aku tuliskan, kalian paksa biar tetap pasang.
Yang dengan setiap goyah yang aku teriakkan, kalian pancang biar tetap berdiri.
Yang dengan setiap tangis yang aku teteskan, kalian seka untuk tetap tertawa.
Rasa2nya aku ingin memetik senja di ufuk sore, lalu dengan paksa aku jalin berbentuk bunga, nanti aku ambil rumput2 di tengah padang sana, dengan tali temali dari belantara entah dimana.
Akan kuserahkan kepada kalian dengan bangga,
"buah tangan dari seorang yang telah kalian sinari harinya" mungkin begitu nantinya aku akan berkata.
tapi…
seandainya nanti aku terlalu malu, maka biarlah aku berpuas diri dengan memandangi kalian dari jauh
"ini sekedar doa" mungkin begitu nantinya aku akan berbisik.
duhai yang menjelmakan cinta dihati manusia,
singkirkan segala aral melintang pukang dari mereka,
tuntun ke jalan penuh taman bunga di kiri dan kanannya,
bangunkan mereka pada setiap pagi yang cerah dengan mentari tersenyum dan burung2 yang riang bernyanyi,
buat terjaga pada setiap siang yang ramah dengan desir angin yang mengajak rumput2 jalan bergoyang pelan,
tidurkan pada setiap malam yang hening dengan rembulan bersenandung dan jangkrik bermain orkestra.
dengan jalan panjang yang terbentang di hadapan mereka, anugerahi setiap jengkalnya dengan senyum.
yang tak putus putus…..
tak putus-putus…..
tak putus-putus….
ass.rio indah cma bisa kagum ma blog yang kmu bikin:)
beda dari blog2 lainnya yang hanya sekedar bercerita…
wah2 bro…makin tajem aja neh bakat jadi pujangganya, gw tau maksud dari puisi lo yang ini…ciee…rupanya pencitraan diri lo yang sekarang membawa banyak kemajuan ya…okeh deh…ababil kini semakin dekat!!
idem ma yg diatas2…
)
urusan merangkai kata, k rio mah emang jagonya.
dan blognya emang beda, diplomatis lah(ups, keceplosan lg,gpp-lah
Sekedar doa yang membuatku menangis
Sekedar doa yang membuatku tersenyum
Sekedar doa yang membuatku bersemangat
Sekedar doa yang membuatku bersyukur menikmati hidup dariNya karena ku tahu ada doa yang tak putus-putus darimu..
Hanya sekedar doa,,kang…
Thanks a billion…