surat ini dek, kutulis untukmu

Contemplation

assalamualaikum

teriring doa semoga kau baik-baik saja dek,

surat ini, dengan tergesa kk tuliskan padamu, pada suatu sore yang
tiba-tiba membuatku sadar, bahwa kau sedang menyiram dafodil di
belakang rumah kecil kita itu.

kukirimkan surat ini lewat angin, agar kau bisa menemaniku sejenak belajar mengeja, tentang cita2, pengorbanan, dan juga dirimu.

kk disini baik-baik saja, kecuali perasaan gundah gulana yang
membuncah ini, tak kurang suatu apapun jua. bagaimana denganmu dek??

izinkan kk sejenak bercerita dengan sederhana, sekali waktu, izinkan aku belajar dari semangatmu yang lugu.

masih sempatkah kk meminta maaf padamu? di waktu yang sesore ini
harusnya aku telah mengajarimu membelah cakrawala, harusnya kita
sama-sama menantang kokoh kaki gunung, mencipta api lewat kata-kata
kita yang menjilat-jilat angkasa, mengukir rupa bumi dengan tapak-tapak
kita, membawa ayah bunda terbang ke negri di nirwana.

maka izinkan kk meminta maaf dengan sederhana, maafkan jika hal
terhebat yang pernah aku lakukan hingga saat ini adalah menumbuhkan kau
menjadi seorang yang biasa-biasa saja.

btw….

dibawah ada yang nanya daffodil kaya apa, ini gambarnya

Dafodil_yellow



2 Comments so far

  1.    Dhila on September 23rd, 2007

    bunga dafodil tuh yang kaya apa sih, k??

  2.    The Big on October 31st, 2007

    Bunga Dafodil adalah bunga cantik yang konon merupakan jelmaan dari seorang pria yang suka memuji dirinya sendiri, Narcissus, kan?

    Ada apa di balik suratmu? Adakah yang masih kau risaukan? Untuk apa pengorbanan harus kau eja? Karena ia bukan kata yang harus kau baca tapi ia adalah ruh yang harus kau resapi.

    Biarkan ia menjadi dewasa dengan caranya sendiri, dan menjadi biasa pun dengan caranya sendiri.

Leave a Reply