yang tak berbatas, tak bernama
seperti pagi-pagi yang biasa, kita terbangun menggeliat, lalu
berjalan-jalan menikmati hari yang seperti bernyanyi untuk kita sendiri.
matahari bagaimanapun juga tetap bersinar, meski tidak setiap kita bisa merasa hangat, begitupun juga aku.
kepada kawan yang tahu betul seluk-beluk keseharianku, yang mengerti
betul lingkar firasat hatiku, yang mengerti betul seberapa banyak
kata-kata menjelma karya-karya, dari mulut dan lakuku.
aku sudah bosan dengan topeng, kawan.
biarkan aku bernyanyi dengan sesuara sumbang, asalkan itu nada2ku sendiri.
kuceritakan juga kepadamu akhirnya bahwa aku berdoa dengan tergesa
dalam setiap sholatku yang tertunda itu, bahwa aku meminta Dia
mengajarkan kepadaku apa-apa seperti adanya. Dunia yang penuh
warna-warna, juga pemahaman kita yang penuh dinamika, mungkin aku, kau,
tak sama, iya kan, kawan?
lalu kuceritakan juga padamu, dalam setiap tahajudku yang terlelap
itu, aku menangisinya dengan dhuha, lalu apakah kita harus sepakat
untuk setiap warna-warna pelangi di pagi harinya? bagaimana jika kurasa
jingga lebih pekat dari merah tua? bisa saja kan, kawan?
lalu aku bercerita lagi, pada setiap malam yang dingin dan suram
itu, aku cuma berkata “belum pak, ini juga lagi buru2 mau isya” untuk
setiap tanya dari muka ramah luar biasa tetangga2 kita, lantas kenapa?
aku sudah bosan dengan topeng pura-pura, biar saja, biar nyana
apa masih harus juga aku bercerita, untuk setiap laku dan kerja yang
selalu anonim, dan untuk setiap amal yang selalu lupa, apa masih juga
harus berdebat riya dan tiada riya?
lalu untuk semua anggukan kepala kita setelah membaca lembar kuning
buku2 tua, atau membaca kebijakan orang2 tua, atau membaca takdir tiap2
apa, apakah harus sama?
biarkan aku bernyanyi dengan sesuara sumbang asalkan itu dengan nada2ku sendiri.
Subuh tadi aku berdoa pelan dalam rukukku yang terlambat lagi
“Tuhan, ajarkan aku ilmumu yang tak berbatas, yang tak bernama”
(sejak kapan Dia menciptakan ilmu tersekat-sekat, kawan? kebenaran itu cuma milik Dia, bukan aku, kamu, kita, atau siapa saja)