dari waktu suatu seketika

MerenungkehidupanSeketika itu juga kita merasa ciut, iya kan kawan?

Dengan banyak sekali bercak noda di halaman lembar-lembar kemarin dulu itu, kita malu sejadi-jadi waktu bertemu orang seputih-putih mereka itu.

Dengan ilmu yang tak seberapa ini, rasanya tiap orang seperti guru saja buat kita, untuk selalu belajar apa saja, bercermin apa saja. Sungguh, nyata-nyata kita tak banyak tahu apa-apa.

Merangkak-rangkak kita berjalan dengan nafas yang sepenggal-penggal ini, setidaknya biar berarti walau cuma sekali.

Dari waktu suatu seketika, dibalik senja merah tembaga.

“Permisi….kami punya ilmu cuma sebelanga!”



No Comment

No comments yet

Leave a Reply