Archive for July 26th, 2008

bahasa cinta saudara tua

Brotherhood

bismillahirrahmanirrahim.

lewat tulisan kadang-kadang ada hal yang bisa lebih mudah
dikeluarkan, semisal tembok-tembok tak kasat mata yang menghalangi
kata-kata untuk keluar dari kerongkongannku ini, tiba-tiba menjadi
luluh dan segampang gampangnya aku tembus lewat diksi-diksi yang
kurapal setengah seperti doa supaya sampai ke mata, telinga, dan hatimu
bahwa ini bahasa cinta dari seorang saudara tua.

maka itu cerita-cerita doa ini kulukiskan dengan pelan-pelan saja,
semoga bisa menjadi semacam pengikat, jalinan darah yang  merekatkan
kita lewat ibu lewat ayah itu semoga menjadi bertambah-tambah kokohnya.

umur kita terpaut beberapa tahun hanya, naif memang jika aku
menyebut-nyebut diri ini sebagai orang yang jauh lebih dewasa darimu,
maka itu aku hanya akan bertutur jujur mengenai hari-hari yang
dulu-dulu itu pernah aku lewati dengan bodoh, biar nantinya kau akan
bisa mengambil apa-apa yang sekira perlu untuk jadi pedoman,
menghindari apa-apa yang sekira rentan untuk dijadikan jalan.

Semata-mata karna hidup kita ini singkat, terlalu sedikit waktu
untuk kita belajar dari kesalahan kita sendiri, maka belajarlah dari
kesalahan orang lain!

Semata-mata karna hidup kita ini singkat, maka semoga kebodohanku
ini menjadi semacam pahala karna telah dipelajari detil-detilnya
olehmu, dan oleh siapa saja.

ah………. tiba-tiba aku merasa seperti tua dek,

maka lewat diam kadang-kadang ada hal yang bisa lebih mudah
dikeluarkan, semisal sumbat-sumbat tak kasat mata yang menghalangi
kata-kata untuk keluar dari penaku ini tiba-tiba menjadi luluh dan
segampang gampangnya aku tembus, lewat doa, supaya sampai ke mata,
telinga, dan hatimu bahwa ini cinta dari seorang saudara tua.

no turning back

Water_flow_close_zen_16x12
there comes a time in every journey,
when u realize there’s no turning back.

waktu liburan bulan ini, aku reuni dengan teman2 masa kuliah, dan
bercerita banyak tentang kehidupan baru yang kami “dapatkan” sekarang
ini.

“destiny men…. destiny……” selalu itu guyonan konyol yang kami kelakarkan setiap kali bertemu.

bagaimana tidak berteriak lantang “destiny… destiny…” kalau ternyata
orang yang dulu tidak pernah kami sangka2, orang yang selalu diluar
lingkaran kandidat pemegang ipk termaut, atau diluar lingkaran aktivis
kampus organisatoris yang selalu punya retorika menggelegar, juga
diluar lingkaran nama-nama yang akan mudah diingat karna dia orang yang
selalu vokal dan punya peran penting dalam kehidupan ke-kampusan kami
ini, ternyata digulirkan oleh takdir untuk menjadi the choosen, satu
dari sedikit orang yang terpilih untuk masuk sebuah perusahaan minyak
yang punya nama itu.

takdir berjalan dengan cara yang tidak diduga-duga…. terkadang itu
benar-benar menohok, dan membuat kami-kami ini kadang tersenyum, kadang
tersenyum sambil melongok, susah aku menggambarkan bagaimana kenampakan
orang yang tersenyum sembari mengerutkan kening dan berpikir “lha…. kok
si anu malah gini tapi si anu malah gitu??”

no turning back……
seorang teman ditakdirkan terdampar di halmahera….
yang lain di belantara aceh
ada yang di tengah rimba sulawesi
ada yang di hiruk pikuk jakarta
ada yang bolak-balik antar pulau,
ada yang meneruskan studi di sebrang lautan
ada yang masih berjibaku untuk lulus dari kampus
ada yang bentar lagi married

ada sisi-sisi dimana lembar kehidupanmu itu tidak selalu bisa kamu pastikan kemana arahnya…….

lalu kami-kami ini mencoba mengeja terbata-bata. Lalu bercerita lagi
dalam ketawa-ketiwi pelan sambil menyeruput teh seduh dari poci. Kita
ini kan manusia yang akan terus berjuang berbuat yang terbaik yang kita
bisa, tapi bagaimanapun juga, Dia yang maha segala maha.

dalam setiap perjalanan panjang kita, akan ada masanya dimana kita
tiba-tiba sadar bahwa kita sudah tidak mungkin surut ke belakang.
pilihan kita hanya tetap maju, atau hilang sirna dalam pencarian
panjang ini.

tapi setidaknya “sekali berarti, setelah itu mati”